ELEGI SANG BELALANG
Senja
menjelang malam
Suara
alam kian mencekam
Nampak
berat kau lalui tanah lapang
Sesekali
kau tarik napas panjang
Sungguh
kasihan
Kau
nampak seperti belalang dimusim hujan
Basah
kuyub dan kedinginan
Sedang
tak kau temukan sumber kehidupan
Kau
tau ini perjuangan
Hidupmu
masih panjang
Tangis
dan rengekmu tak mendapat tanggapan
Andai
waktu tak kau sia-siakan
Sementara…
Yang
datang hanya penyesalan
Hingga
hanya ada dua pilihan
Bertahan
atau mati dalam kehinaan
(Poncowati,
October 2019)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar